Sabtu, 23 Juni 2012

Cream penghilang jerawat

0 komentar

Membantu menghilangkan jerawat, minyak berlebihan dan komedo.
dengan formula bebas minyak membersihkan kulit secara meyeluruh dan membantu menghilangkan jerawat.
Busa lembutnya bekerja membersihkan minyak dan kotoran tanpa membuat kulit menjadi kering. Mengandung bahan aktif anti-bacterial, membantu mencegah /menghindari timbulnya jerawat dan komedo.
Rasakan sensasi busa lembut dikulitmu…
Mebersihkan tanpa membuat kulit kering, Kulit terasa bersih dan halus.
Clean & Clear menjaga kelembaban kulitmu sehingga tetap lembut, halus dan tidak kering.

beli Cream penghilang jerawat sekarang juga dapatkan dompet mini cantik dari Jhonson & Jhonson, EDISI TERBATAS.
Cream penghilang jerawat Bebaskan harimu…


Kami Menerima Pesanan
di no 087123456789





Kamis, 21 Juni 2012

Memanfaatkan Media Iklan

0 komentar
Pemanfaatan media sosial seperti facebook, twitter, Linkedin, friendster, kaskus, multiply, sampai google plus memang sangat membantu para pelaku usaha untuk memasarkan produk atau jasanya melalui dunia maya. Melalui media sosial, para pelaku usaha dapat berkomunikasi langsung dengan calon konsumennya, dan mempublish berbagai macam produk maupun jasa yang ditawarkannya kepada khalayak ramai. 

Disamping memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha, memanfaatkan media sosial secara berlebihan ternyata juga memberikan dampak negatif bagi citra sebuah perusahaan. Sebagian konsumen merasa terganggu dengan berbagai macam kiriman iklan ataupun promosi produk yang dikirimkan ke akun pribadi mereka. Sehingga tidak heran bila sebagian dari mereka memilih keluar dari member tersebut dan menghapus akun Anda untuk menghentikan penawaran iklan yang dikirimkan ke akunnya.
Nah, untuk menghindari kemungkinan buruk tersebut. Berikut ini kami informasikan tata cara promosi bisnis menggunakan media sosial, agar iklan yang anda kirimkan tidak mengganggu privacy para konsumen.
  1. Hal yang paling penting dalam memasarkan produk melalui media sosial yaitu perhatikan privacy para konsumen. Kebanyakan pelaku bisnis toko online mengetag foto atau mengirimkan penawaran produk ke semua pelanggan tanpa seijin pemiliknya. Sehingga tidak jarang para pelanggan merasa terganggu dengan foto yang dikirimkan. Sebaiknya, bukalah lapak pada halaman akun yang Anda miliki. Untuk menarik perhatian konsumen, maka lakukan posting secara rutin agar postingan Anda selalu berada di halaman pertama dalam beranda.
  2. Hindari postingan yang isinya menjatuhkan atau menghina pihak-pihak tertentu (seperti pihak kompetitor Anda, konsumen, maupun golongan lainnya yang berhubungan dengan bisnis Anda). Berhubung akun tersebut di daftarkan atas nama perusahaan yang Anda miliki, maka sebaiknya hindari postingan-postingan yang kurang bermanfaat. Hal ini penting karena akan mempengaruhi pandangan konsumen terhadap perusahaan yang Anda jalankan.
  3. Yakinkan konsumen dengan komentar (testimony) yang disampaikan para pelanggan melalui akun perusahaan Anda. Strategi ini terbilang cukup efektif, karena calon konsumen lebih mudah percaya dengan kesaksian para pelanggan. Bahkan strategi pemasaran seperti diatas juga bisa meningkatkan brand image sebuah produk, sehingga masyarakat luas semakin percaya dengan penawaran yang Anda sampaikan di media sosial.
  1. Libatkan pelanggan ketika menjalankan bisnis online melalui media sosial. Selain memasarkan produk atau jasa melalui media sosial, Anda juga bisa melakukan riset pasar dengan melibatkan langsung para member yang Anda miliki. Selain mempermudah Anda untuk mengetahui minat dan kebutuhan konsumen, strategi ini juga bisa mempererat hubungan konsumen dan pelaku usaha. Sehingga loyalitas para konsumen mulai terbangun dan pemasaran pun mulai berjalan lancar.
  2. Cantumkan alamat dan kontak person yang dapat dihubungi, serta informasikan cara pembayaran dan proses pengiriman produk. Saat ini banyak kasus penipuan yang sering terjadi melalui media sosial, karena itu untuk meyakinkan para calon pelanggan cantumkanlah kontak person yang dapat dihubungi agar konsumen tidak meragukan usaha yang Anda jalankan.
Sebelum akhirnya Anda terjun menjalankan bisnis melalui media sosial, sebaiknya perhatikan tata cara yang ada dan pergunakanlah secara hati-hati agar tidak mengganggu privacy para konsumen Anda. Selamat berkarya, teruslah berusaha dan salam sukses.
( sumber : bisnisUKM.com )

Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah (1982:60) setidaknya harus memenuhi kriteria AIDCDA yaitu:

Attention : mengandung daya tarik
Interest : mengandung perhatian dan minat
Desire : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
Conviction : menimbulkan keyakinan terhadap produk
Decision : menghasilkan kepuasan terhadap produk
Action : mengarah tindakan untuk membeli

Demikian wawasan dan pengetahuan yang saya tau mengenai Menentukan Jalur Distribusi Produk , Semoga bisa bermanfaat. Good Luck For Entrepreneurs
Terima Kasih

Menentukan Jalur Distribusi Pemasaran

2 komentar

Disini saya akan berbagi ilmu buat para Wirausaha bagaimana, cara untuk menentukan jalur pemasarannya mungkin kalau dalam istilah saya pribadi menyebutnya dengan istilah Menentukan Jalur Distribusi Pemasaran.
ya sudah tak usah berlama-lama. kita liat saja pengertiaan dari Menentukan Jalur Distribusi Pemasaran.

Pengertian Saluran Distribusi Menutur Beberapa Kalangan:
A. Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen.

B. Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

C. Menurut Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan
lembaga-lembaga yang memasarkan    produk, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Menurut Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan
yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa
ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.

Macam Saluran Distribusi
Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya : 
 
A. Produsen – Konsumen
Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.
B. Produsen – Pengecer – Konsumen
Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

C. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

D. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

E. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297)


Demikian wawasan dan pengetahuan yang saya tau mengenai Menentukan Jalur Distribusi Produk , Semoga bisa bermanfaat. Good Luck For Entrepreneurs
Terima Kasih

Cara Menentukan Segmentasi Pasar

0 komentar
Di Postingan kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang atau bagaimana Cara Menentukan Segmentasi Pasar, nah langsung saja baca pengertiannya di bawah ini.


Menentukan Segmentasi Pasar



Dalam menunjang hal tersebut di atas, memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dan konsumen sangatlah diperlukan. Namun, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melaksanakannya, dikarenakan adanya faktor heteroginitas pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk membeli produk, domisili, jumlah (kwantitas) dan faktor lainnya. Di pihak yang lain, perusahaan mempunyai keterbatasan dalam kemampuan, sehingga tidak memungkinkan untuk melayani kebutuhan semua konsumen dengan baik dan akurat.
Untuk menentukan konsumen yang akan dijadikan sebagai target pasar, maka pasar yang ada perlu dibagi atas beberapa segmen tertentu. Hal ini disebabkan bahwa di setiap pasar, konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda,pola pembelian dan pendapatan yang berbeda serta tanggapan yang tidak sama untuk setiap kebijaksanaan pemasaran yang diterapkan.

A. Market Targeting
Penentuan target pasar
B. Undifferentiated Marketing
Pemasaran barang yang tidak membedakan-bedakan kelompok pembeli tertentu.
C. Concentrated Marketing
Pemasaran yang memusatkan pada beberapa kelompok pembeli saja.
D. Product Postioning
Memposisikan produk pada pandangan preferensi pembeli.
E. Repositioning
Mereposisikan produk ke segmen yang lain.
F.  Brand Extention
Memperluas/memperkenalkan merk produk kita kepada pembeli/konsumen.
G. Introvert
Sikap kepribadian seseorang yang pendiam, suka menyendiri, susah berkomunikasi.
H. Extrovert
Sikap kepribadian seseorang yang mudah bergaul dan terbuka.
I. Procastinator
Sikap kepribadian seseorang yang suka menunda-nunda sesuatu, tidak cepat mengambil keputusan.
J.Atribut Produk
Hal-hal yang melekat pada produk kita.

Pada dasarnya segmentasi pasar dapat dilakukan atas, dasar :
  1. Faktor demografi, seperti : umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin; agama, pendidikan, tingkat penghasilan dan sebagainya.
  2. Faktor sosiologis, seperti : kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
  3. Faktor psikologis/psikografis, seperti : kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan, dan sebagainya.

Demikian wawasan dan pengetahuan yang saya tau mengenai Cara Menentukan Segmentasi Pasar, Semoga bisa bermanfaat.
Terima Kasih

Rabu, 20 Juni 2012

Tips Menentukan Harga Jual

0 komentar

Pada era zaman sekarang ini Usaha Kecil Dan Micro ( UKM ) merupakan faktor penting dalam menggerakan ekonomi rakyat kecil, tetapi pada kenyataannya masih ditemukan kesulitan-kesulitan dan permasalahan pada diri pengusaha UKM.untuk membantu para pelaku UKM dalam memasarkan produk-produknya.
Disini saya akan memberitahukan beberapa Tips Menentukan Jual:

1. Menentukan Harga Jual 

A. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Kalau anda menggunakan metode ini, anda menentukan harga jual per unit produk anda dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang anda kehendaki pada unit tersebut, atau disebut marjin. Harga jual produk dapat anda hitung dengan rumus :
Biaya Total + Marjin = Harga Jual
Contohnya seperti ini. Misalkan anda punya usaha jus buah dan mendapatkan order sebanyak 100 gelas untuk sebuah pesta perpisahan. Biaya yang anda keluarkan untuk memproduksi jus buah tersebut diperkirakan sebanyak 400.000,00 dengan perincian  :
  • Biaya bahan baku : Rp. 250.000,00
  • Biaya tenaga kerja : Rp. 100.000,00
  • Biaya lain-lain seperti penyusutan alat, sewa tempat, dsb : Rp. 50.000,00
Jika anda menginginkan laba sebesar 15% dari biaya total, maka : Harga total = Biaya Total + Laba = Rp. 400.000,00 + (15% x Rp 400.000,00) = Rp. 460.000,00. Dengan demikian untuk setiap jus yang anda jual, harganya sebesar Rp. 4.600,00.

B. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
Pada intinya, penetapan harga mark-up ini hampir sama dengan penetapan harga biaya plus. Para pedagang atau perusahaan perdagangan lebih banyak menggunakan penetapan harga mark-up ini.
Caranya lebih sederhana. Anda membeli barang-barang dagangan kemudian harga jualnya anda tentukan setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark-up, seperti rumus di bawah ini:
Harga Beli + Mark Up = Harga Jual
Jadi mark-up ini merupakan kelebihan harga jual di atas harga belinya. Contohnya seperti ini. Anggap anda punya toko kue kering. Anda beli kue kering seharga 20 ribu. Kemudian anda ingin keuntungan 10 ribu, jadinya anda jual 20 ribu + 10 ribu = 30 ribu. Simpel kan?
Jadi keuntungannya dapat anda peroleh dari sebagian mark-up tersebut. Mengapa hanya sebagian? Karena anda juga harus mengeluarkan sejumlah biaya “lain-lain” seperti transport untuk beli sepatu yang anda ambilkan dari sebagian mark-up.

C. Penetapan Harga Break-even (Break-Even Pricing)
Adalah cara penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya. Usaha anda dapat dikatakan dalam keadaan break-even apabila penghasilan yang anda terima sama dengan ongkosnya, dengan anggapan bahwa harga jualnya sudah anda tentukan.
Menurut cara ini, usaha anda akan mendapatkan laba apabila penjualan yang anda capai berada di atas titik break-even dan rugi penjualan anda berada di bawah titik break-even.
Cara penetapan harga break-even ini dapat anda terapkan dengan menggunakan beberapa “syarat” tertentu, yaitu:
  • Seluruh biaya usaha anda dapat digolongkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap.
  • Seluruh barang yang anda produksi akan terjual.
  • Biaya variabel per unitnya tetap.
Bingung ya? Sama, he..he..he.. Kalau anda ingin tahu jelasnya, silahkan baca artikel saya tentang apa itu biaya tetap dan variabel dan cara menentukan break even point atau titik impas.
Lengkap kok, dengan contoh perhitungannya. So, don’t miss it… Insya Allah nanti anda akan paham
bagaimana cara menentukan produk anda dengan metode ini.

D. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Kalau menggunakan cara yang satu ini, penentuan harga tidak anda dasarkan pada biaya, tetapi justru sebaliknya. Harga yang menentukan biaya bagi usaha anda.
Anda dapat menentukan harga sama dengan tingkat harga pasar agar dapat ikut bersaing, atau dapat juga ditentukan lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat harga dalam persaingan.
(sumber  : kontan.co.id)

Demikian wawasan dan pengetahuan yang saya tau mengenai Tips Menentukan Harga Jual , Semoga bisa bermanfaat.
Terima Kasih